Sejarah radio di Republik Indonesia dimulai dengan resminya berdiri pada tanggal 11 September 1945, oleh tokoh-tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Pertemuan 6 utusan radio di rumah adang kadarusman di Jalan Menteng Dalam, Jakarta. Sehingga berujung pada keputusan pendirian Radio Republik Indonesia dengan memilih Dr. Abdulrahman Saleh sebagai pimpinan umum pertama RRI. Sementara itu, RRI Manado resmi berdiri pada tanggal 11 September 1950, setelah Republik Indonesia yang sebelumnya merupakan radio panggilan stasiun menjadi radio nasional Indonesia. Sebelum 11 September 1950, siaran radio Manado sudah ada, yaitu radio warisan Belanda, setelah penyerahan kedaulatan pada 27 Desember 1949.
Salah satu insiden yang dialami RRI Manado adalah penguasaan stasiun RRI Manado oleh kelompok permesta pada tahun 1958. Hal ini dimulai pada masa transisi perang nuklir, tepatnya pada tanggal 21 Juli 1947 ketika pasukan Belanda menguasai hampir seluruh wilayah Republik Indonesia dan sekaligus menduduki stasiun radio di pulau Jawa, termasuk stasiun RRI Jakarta. Pasukan yang juga menguasai kota Manado tidak hanya menduduki tetapi juga menginginkan hiburan khusus mereka disiarkan melalui media radio. Dalam waktu singkat, peralatan yang telah disiapkan akhirnya berhasil mendirikan studio penyiaran dengan stasiun panggilan untuk program sario.
Pada tanggal 11 September 1950, dipimpin oleh Samuel Alex Muiry, adalah pendiri pertama RRI regional di Manado. Pada saat itu stasiun panggilan nasional Indonesia berakhir dan stasiun panggilan baru berdering, yaitu: Radio Republik Indonesia staiun indonesia.
Menjelang awal tahun 1958, terjadi gejolak politik di berbagai pelosok negeri, termasuk di Sulawesi Utara, dan muncul pemberontakan yang dikenal sebagai permesta. Stasiun RRI Manado juga mengalami pengaruh politik yang sangat memperhatikan dan mengguncang mentalitas setiap astronot RRI.
Pada sore hari tanggal 17 Februari 1958 pukul 18.00 pada gelombang radio yang ditransmisikan melalui pemancar RRI Tikala, mengikuti stasiun panggilan yang mengatakan seorang penyiar dengan antusias: ini adalah permesta radio suara pemerintah revolusioner Republik Indonesia dengan penyiar Yules Sethaan.
🏬STRUKTUR ORGANISASI LPP RRI MANADO
🛄VISI MISI LPP RRI MANADO
Visi LPP RRI Manado
Terwujudnya RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang terpercaya dan mendunia.
Misi LPP RRI Manado
Menjamin terpenuhnya hak warga negara terhadap kebutuhan informasiyang objektif dan independen sehingga memberikan kepastian dan rasa aman kepada warga Negara, serta menjadi referensi bagi pengambilan keputusan.
Menjamin terpenuhinya hak warga Negara terhadap pendidikan melalui siaran yang mencerdaskan dan hiburan yang sehat serta berpihak kepada kelompok rentan (pengungsi, orang terlantar, pekerja migran, pribumi, anak, perempuan, minoritas dan suku terasing) serta disable.
Memperkuat kebhinekaan melalui siaran budaya yang mencerminkan identitas bangsa.
Menjamin siaran yang mudah diakses sehingga kehadiran Negara dalam pelayanan Informasi dirasakan oleh seluruh warga Negara.
Menghadirkan siaran di daerah perbatasan, terpencil, terluar dan pesisir sebagai representasi Negara dalam konteks menjadikan daerah pinggiran sebagai pusat aktivitas kultural
Menyelenggarakan siaran luar negeri untuk mempromosikan budaya beserta Ideologi Indonesia dan menghadirkan kebudayaan dunia ke Indonesia.
Menjamin penyelenggarakan LPP RRI dengan tatakelola yang sesuai dengan prinsip good public governance.
Melibatkan partisipasi public dalam pengelolaan LPP RRI.
Mengembangkan SDM yang mendukung kebutuhan Lembaga Penyiaran Publik yang terpercaya dan termuka.
Mengoptimalkan potensi yang dimiliki RRI sebagai sumber pendapatan yang dijamin oleh aturan perundangan untuk memperkuat keberadaan LPP RRI.
📡COVERAGE AREA RRI MANADO
Pusat Layanan Informasi - LPP RRI Manado
📻 RADIO REPUBLIK INDONESIA
📍 Jl.Radio.No.1, Manado Sulawesi Utara
📩 Email: tmbrrimanado@gmail.com